Perbekel Desa Sulangai I Nyoman Sunarta Pimpin Orientasi Lapangan di Kalurahan Pleret

11 Maret 2023
Rifqi Fatoni
Dibaca 453 Kali
Perbekel Desa Sulangai I Nyoman Sunarta Pimpin Orientasi Lapangan di Kalurahan Pleret

InfoPleret - Sabtu, 11 Maret 2023 pukul 09:30 WIB. rombongan Perbekel dan Perangkat Desa Sulangai Kecamatan Petang Kabupaten Badung Provinsi Bali datang mengunjungi Kantor Kalurahan Pleret dalam rangka orientasi lapangan desa digital dan reformasi birokrasi pemerintahan desa.

Rombongan terdiri dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung, Camat Petang I Gede Sukadana, Ketua BPD Sulangai, Perbekel Sulangai I Nyoman Sunarta, Sekdes dan Jajaran Perangkat Desa lainnya. Rombongan disambut langsung oleh Lurah Pleret Taufiq Kamal, S.Kom., M.Cs. dan diberikan materi tentang penerapan teknologi informasi di pemerintahan kalurahan pleret.

Dalam sambutannya Kaur Tatalaksana Kalurahan Pleret Rifqi Fatoni, A.Md. menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih atas kedatangan tamu rombongan dari Desa Sulangai, diharapkan dalam kegiatan orientasi ini nanti dapat saling mengisi dan berdiskusi tentang kemajuan desa yang sudah diterapkan, karena Desa Sulangai adalah salah satu desa yang tergolong bagus karena mempunyai penganggaran APBDes yang jumlahnya puluhan milyar rupiah.

Sedangkan Lurah Pleret Taufiq Kamal S.Kom., M.Cs. dalam materinya menyampaikan tentang penerapan teknologi informasi melalui Website Kalurahan https://pleret.id yang meliputi:

1. Inovasi Perencanaan (RPJM, Masterplan)

2. Inovasi Persuratan (Disposisi, Agenda, Penugasan, Dll )

3. Inovasi Penerapan Reformasi Birokrasi bagi Aparatur pemerintah kalurahan.

4. Pengembangan destinasi wisata berbasis situs sejarah mataram islam

5. Inovasi - inovasi berbasis website dan android lainnya.

Beliau menyampaikan bahwa untuk wilayah desa desa di provinsi bali secara umum untuk ekonomi dan pariwisata sudah cukup baik, mungkin bisa memprioritaskan reformasi birokrasi menggunakan digitalisasi pemerintahan desa dan peningkatan sumberdaya manusianya untuk perencanaan pembangunan desa selanjutnya. Desa tidak boleh ketergantungan terhadap satu orang operator desa, namun semua seksi dan urusan harus bisa melaksanakan tugas input data dan akses data bidang tugasnya masing-masing