Sosialisasi Pelaksanaan Pembangunan RTLH Dana Keistimewaan

12 Mei 2023
Rifqi Fatoni
Dibaca 453 Kali
Sosialisasi Pelaksanaan Pembangunan RTLH Dana Keistimewaan

Hadir dalam sosialisasi ini Lurah Pleret Bapak Taufiq Kamal, S.Kom., M.Cs., Pendamping Pembangunan dari Dinas PU-ESDM Provinsi DIY Bapak Suprihadi dan Bapak Joko Ismono, Ulu-ulu Baak Irfani Andhi Hermawan, Tim Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kalurahan Pleret yang diketuai oleh Muhammad Sholikhan, ST., Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang diketuai oleh Muh. Muknisun, Kaur Tatalaksana, Dukuh Kanggotan, Dukuh Kerto, serta 5 orang calon penerima manfaat Bantuan Rumah dari Padukuhan Kanggotan dan Kerto.

Acara dibuka pada Pukul 15:30 dengan bacaan Basamallah Bersama-sama oleh Kaur tatalaksana Rifqi Fatoni, A.Md.

Sambutan An. Pemerintah Kalurahan Pleret Oleh Ulu-Ulu Bapak Irfani Andhi H.

- Ucapan Selamat datang dan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan, Mohon semua memperhatikan dan nanti menanyakan bila ada hal hal yang kurang jelas

- Kepada tim PBJ agar Spec barang harus yang berkualitas Baik

Penyampaian Materi tentang Arsitektur Yogyakarta dari Pendamping RTLH Bapak Suprihadi dan Bapak Joko Ismono.

Sosialisasi ini diselenggarakan agar pelaksanaan pembangunan rumah kedepannya tidak terjadi hambatan dan masalah, sehingga tujuan program dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.

Dana keistimewaan DIY terbukti nyata memberikan manfaat untuk warga, salah satunya melalui program menyasar rumah tidak layak huni (RTLH). Melalui danais, rumah warga miskin yang sudah tidak layak huni dibangun dengan model arsitektur gaya Yogyakarta.

Program RTLH melalui dana keistimewaan DIY ini merupakan hasil kolaborasi Paniradya dan Dinas PU-ESDM DIY. Sebelum menentukan bentuk bangunan lebih dahulu dilakukan riset dan kajian hingga menghasilkan model bangunan arsitektur gaya Yogyakarta. Hal ini untuk menegaskan bahwa pembangunan tersebut dibiayai dengan Danais.

Bentuk bangunan dengan ciri khas Jogja merupakan hasil dari kajian. Bagian atas ada ornamen atap berupa Bubungan dengan pinggiran kipas, atap genteng tanah liat, umpak batu, jendela krepyak dan termasuk tiang berasal dari kayu. Sehingga semua fasad bangunan RTLH harus sama dengan desain hasil kajian.

Rumah arsitektur gaya Yogyakarta ini merupakan kategori rumah kampung di era dahulu. Sehingga bangunan kelihatan menarik perhatian dengan gaya tempo dulu. Dalam proses pembangunan sepenuhnya memberdayakan masyarakat, tidak sedikit warga justru membantu tenaga secara sukarela dalam menyelesaikan pembangunan RTLH tersebut.