Berita

Tradisi Wiwitan Mbulak Wilkel Menjadi Daya Tarik Wisatawan Lokal bahkan Manca Negara

16 Januari 2023
Rifqi Fatoni
Dibaca 109 Kali
Tradisi Wiwitan Mbulak Wilkel Menjadi Daya Tarik Wisatawan Lokal bahkan Manca Negara

infoPleret - Minggu, 15 Januari 2023 ratusan warga tambalan-gerjen, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret,  mengadakan tradisi wiwitan di destinasi wisata Mbulak Wikel. Tradisi tahunan tersebut digelar sebagai wujud syukur warga atas hasil bumi berupa hasil panen padi yang bagus di setiap musim tanam tahun ini.

Turut hadir dalam acara tradisi wiwitan ini Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bantul Nur Subiyantoro, S.I.Kom, Panewu Pleret Evie Nur Siti Fatonah, S.Sos., MM., Lurah Pleret Taufiq Kamal, S.Kom., M.Cs. dan beberapa tokoh masyarakat di wilayah kalurahan pleret.

Warga membawa ingkung, jajanan pasar, wajik, jadah, dan pisang raja ke mbulak atau area persawahan. Uba rampe tersebut kemudian didoakan oleh tokoh agama setempat dan dibagikan kepada yang hadir.

Acara wiwitan kali ini sangat spesial karena dikunjungi oleh sekitar 200 orang wisatawan dari komunitas backpacker dan jalan jalan Jogja yang dikoordinir dan dikerjasamakan dengan homestay ada waktu dan pokdarwis Pleret Maju Kalurahan Pleret.

Pengelola Mbulak Wikel, Slamet Raharjo, mengatakan sebagian besar warga masyarakat Tambalan dan Gerjen berpencaharian sebagai petani. Oleh sebab itu, untuk mensyukuri nikmat Tuhan, warga menggelar tradisi wiwitan atau doa bersama sebelum panen.

Tradisi wiwitan ini sebagai tanda dimulainya masa panen. Tahun ini merupakan keberkahan tersendiri karena hasil panen dirasa memuaskan, sehingga sebagai wujud syukur mereka melakukan sedekah dengan cara membagikan sego wiwit ke masyarakat. “Harapannya dengan tradisi ini penanaman berikutnya lebih bagus lagi,” katanya.

Selain itu, tradisi wiwitan di Mbulak Wikel juga bagian dari menjaga tradisi sekaligus sebagai bagian dari mengenalkan wisata di Mbulak Wikel. Slamet menjelaskan Mbulak Wikel merupakan kata singkatan. Mbulak yang mempunyai arti persawahan, dan Wilkel yang merupakan singkatan dari Wilayah Kelompok Tani.

“Mbulak Wilkel adalah suatu destinasi wisata berbasis agrowisata yang dikembangkan oleh Wilayah Kelompok Tani Manunggal Kalurahan Pleret,” katanya.

Mbulak Wikel sendiri berada di hamparan persawahan yang cukup luas. Tempat ini menawarkan keindahan alami persawahan, wisata kuliner, serta terdapat juga ruas jalan yang rindang dengan tatanan di kiri kanan jalan pohon Munggur yang membentuk semacam gua.

Pengunjung dan wisatawan bisa menikmati pemandangan berupa hamparan sawah dengan angin yang semilir sembari menikmati kuliner yang ada, di antaranya soto bathok, bubur, serta sego wiwit yang merupakan nasi khas budaya petani. Di Mbulak Wilkel disediakan fasilitas gubug-gubug yang digunakan pengunjung untuk duduk santai menikmati kuliner.

Diharapkan acara tradisi wiwitan ini terus bisa terjaga karena dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menginginkan suasana sejuk hamparan sawah dengan lahan pertaniannya.

Lurah Pleret, Taufiq Kamal, mengatakan tradisi wiwitan sesuai dengan program pemerintah kalurahan yang ingin menjaga adat dan budaya di Pleret. 

Sumber : m.harianjogja.com

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image